Mengejar kereta teknologi informasi dan komunikasi melalui bahasa

Setelah menghabiskan beberapa tahun tinggal di luar negeri, perkembangan keadaan di tanah air terbersit di benak saya. Saat ini sumber informasi saya yang paling utama adalah koran elektronik. Secara periodik, saya menghabiskan beberapa menit -hingga beberapa jam ketika waktu saya cukup luang- untuk mengamati perkembangan terkini di tanah air. Beberapa berita membuat saya sedih tetapi beberapa berita juga membuat saya bangga. Kadangkala saya gregetan untuk segera kembali ke tanah air dan berkontribusi secara nyata. Meskipun saya masih tinggal di luar negeri, saya yakin waktu itu akan segera tiba.

Korea Selatan merupakan negara yang perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (selanjutnya kita sebut saja TIK) yang sangat maju. Berada di sini selama beberapa tahun membuat saja mempelajari banyak hal, termasuk penyebab negara ini bisa maju dengan pesat. Salah satu sebabnya adalah penyebaran pengetahuan dalam bahasa lokal (knowledge dissemination in local language). Ketika saya berkunjung ke toko buku, saya menemukan banyak sekali buku-buku asing yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Korea. Tidak hanya buku2 laris yang bernilai ekonomis saja, buku2 pelajaran teknis yang nantinya hanya akan dibaca oleh segelintir orang tetap ada versi bahasa Korea-nya. Situasi ini mirip dengan Jepang yang terkenal dengan kecepatan alih bahasa buku-buku bahasa asing. Dengan adanya buku2 dalam bahasa Korea ini, tentu saja proses pembelajaran dan penyebaran informasi akan semakin cepat.

Ada sekitar 48 juta penduduk Korea Selatan. Dari jumlah ini, sekitar 10 juta orang tinggal di Seoul. Saya tidak memiliki data pasti hasil survey mengenai jumlah penduduk Seoul yang bisa berbahasa Inggris dengan baik. Akan tetapi, dari seluruh hasil interaksi saya dengan warga Seoul dari berbagai kalangan mulai dari akademisi yang sangat terdidik hingga penjual odeng kaki lima yang saya datangi ketika perut saya lapar, saya menyimpulkan bahwa kurang dari 50% penduduk Seoul bisa berbahasa Inggris dengan baik dan kurang dari 35% penduduk Korea yang bisa berbahasa Inggris dengan baik (saya menggunakan asumsi bahwa tingkat kemajuan daerah luar Seoul adalah sekitar 70% -meskipun saya sangat tergoda dengan angka 68% ;)- dari tingkat kemajuan di Seoul).

Sekarang kembali ke tanah air. Saya tidak tahu hasil sensus 2010 yang sudah lewat, tapi saya akan mengasumsikan ada sekitar 240 juta penduduk Indonesia. Dengan menganggap bahwa tingkat kemajuan di Jakarta adalah seperempat dari Seoul -yang bersifat linier dengan kemampuan bahasa Inggris-, saya memprediksi bahwa sekitar 12% warga Jakarta bisa berbahasa Inggris dengan baik. Ini berarti terdapat sekitar 8.4% penduduk luar Jakarta yang bisa berbahasa Inggris dengan baik. Jika merujuk kepada penyebaran informasi dan pengetahuan dalam bahasa Inggris di tanah air, kondisi ini tentu saja menyebabkan ketidakefektifan.

Jika kita menginginkan perkembangan TIK yang lebih pesat di tanah air, kita perlu mempertimbangkan untuk membagi informasi dan menyebarkan pengetahuan dalam bahasa Indonesia. Penggunaan bahasa Inggris memang terkesan lebih seksi dan intelek. Akan tetapi, ketika kita berbicara mengenai dampak yang bersifat massal, penggunaan bahasa kita sendiri, bahasa Indonesia, dalam penyebaran informasi dan pengetahuan secara tekstual maupun visual, lebih berpotensi untuk menimbulkan ketertarikan pada pembaca atau pendengar dalam mencerna dan memahami lebih baik dan akhirnya memunculkan kreativitas, teknik, maupun ilmu2 baru yang menunjang percepatan perkembangan TIK.

Sebuah analogi sebagai penutup, jika kereta KTX di Korea sudah stabil pada kecepatan 300-an km/jam hanya dalam waktu 10 tahun sementara kereta Argo Gede masih berjuang untuk mempertahankan kecepatan stabil pada 80 km/jam setelah 15 tahun, mungkin kita perlu bertanya apakah kita puas dengan kecepatan kita sekarang? Jika tidak, ini saatnya bagi kita untuk memiliki kesadaran kolektif untuk membangun kereta yang lebih cepat dan mampu bersaing dengan negara-negara lainnya.

2 thoughts on “Mengejar kereta teknologi informasi dan komunikasi melalui bahasa

  1. Terimakasih, suatu artikel yang sangat membuka wawasan untuk mempelajari TIK. Sekarang bagaimana kita menyebarkan kemajuan TIK agar banyak yang tertarik. salah satunya adalah membuat artikel dalam bahasa indonesia agar mudah disebarkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *